Perkuat Sinergitas, Musrenbang RKPD 2026 Dibuka
Ambon, News Medianusantara, com,– Gubernur Maluku secara resmi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Maluku tahun 2026.
Musrembang yang di gelar berlangsung di Santika Hotel Primere Ambon, Selasa, (14/4/2026).
Pembukaan ditandai dengan pemukulan tifa bersama Wakil Gubernur Abdulah Vanath, sebagai simbol di mulainya proses perencanaan pembangunan yang lebih terarah dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Gubernur menegaskan tahun ini merupakan fase penting bagi Maluku setelah melewati tahun pertama sebagai masa konsolidasi, kini pemerintah daerah masuk tahap percepatan.
Gubernur menambahkan, Musrenbang merupakan ruang strategis untuk menyelaraskan kebijakan dan memastikan program pembangunan menjawab kebutuhan riil masyarakat.
Di tengah dinamika kondisi global dan perubahan kebijakan nasional yang berdampak pada ruang fiskal daerah, Gubernur menginstruksikan jajaran pemerintah untuk bekerja lebih cerdas dan inovatif.
“Keterbatasan bukan alasan untuk menyerah. Inilah momentum untuk memperkuat sinergitas antara pemerintah pusat, daerah, dunia usaha, akademisi, hingga seluruh elemen masyarakat," tegas Gubernur.
Dari sisi capaian, indikator makro Maluku menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV 2025 mencapai 5,44 persen sedikit di atas rata rata nasional sebesar 5,39 persen.
Angka kemiskinan juga mengalami penurunan dari 15,38 persen pada Maret 2025 menjadi 15,25 persen pas September 2025. Sementara Indeks Pembangunan Manusia meningkat menjadi 74,69 poin, yang menempatkan Maluku pada kategori "Tinggi".
Maluku berhasil keluar dari zona merah dan masuk ke zona hijau dalam penilaian MCP KPK RI tahun 2025. Selain itu, daerah ini meraih predikat Badan Publik Informatif serta penghargaan SPM Awards 2025.
Pemerintah Provinsi terus mengawal kemajuan Proyek Strategis Nasional (PSN) seperti Blok Masela, Bendungan Wa nyapo, dan Maluku Integrated Port. Program pendukung lainnya seperti makan bergizi gratis, rumah layak huni, dan kampung nelayan Merah Putih juga terus diakselerasi untuk memperkuat konektivitas ekonomi.
“Penghargaan yang kita raih bukanlah tujuan akhir, melainkan pemicu untuk terus meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat," pungkasnya. (MN-02)
Indonesia
English
Belum Ada Komentar