Ambon, News Medianusantara.com, — Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Djauhari Oratmangun menggelar pertemuan resmi dengan Pemerintah Provinsi Maluku untuk membahas berbagai potensi kerja sama strategis, Rabu, (7/10/2026).
Selain bertemu Gubernur Maluku, Dubes RI juga menyempatkan diri melakukan pertemuan dengan Wali Kota Ambon serta Bupati Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Pertemuan tersebut turut dihadiri oleh sejumlah pimpinan OPD provinsi Maluku dan perwakilan dari sejumlah perusahaan berskala global asal Tiongkok yang menyatakan ketertarikannya untuk menanamkan modal di wilayah Maluku.
Dubes Djauhari, mengatakan, kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan ekonomi, sekaligus membuka ruang kerjasama langsung dengan pemerintah daerah
Dubes menyebut, tiga sektor industri utama yang dilibatkan antara lain:
Sektor Teknologi: Diwakili oleh Huawei, salah satu perusahaan raksasa teknologi terbesar di dunia.
Sektor Konstruksi: Diwakili oleh perusahaan konstruksi terkemuka asal Tiongkok yang juga termasuk salah satu yang terbesar di tingkat global.
Sektor Energi Terbarukan: Diwakili oleh perusahaan yang bergerak di bidang pembangkit listrik tenaga surya (solar panel).
Selain sektor energi dan teknologi, diskusi juga merambah ke bidang kesehatan. Seluruh rencana investasi ini akan disikapi dengan langkah konkret melalui tindak lanjut bersama Sekretaris Daerah (Sekda) serta instansi dinas terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi Maluku," ungkapnya.
Di samping sektor ekonomi, potensi kerja sama di bidang pendidikan turut menjadi fokus pembahasan.
Ia juga menyebut jumlah mahasiswa Indonesia yang belajar di China saat ini, tercatat lebih dari 20 ribu orang. Semakin banyak generasi muda Indonesia yang menempuh pendidikan perguruan tinggi memilih melanjutkan studi di Tiongkok.
Sejumlah kampus di Tiongkok bahkan telah berhasil menembus jajaran top 1 sampai 6 di tingkat Asia.
Djauhari mendorong para pelajar dan mahasiswa asal Maluku untuk mulai melirik Tiongkok sebagai tujuan studi utama.
Sekarang banyak mahasiswa Indonesia sudah mampu berbahasa Mandarin dengan lancar. Ini perkembangan yang sangat positif bagi hubungan kedua negara ke depan, sebagaimana yang telah banyak dilakukan oleh para mahasiswa dari Papua,"ujarnya.
Langkah ini juga sejalan dengan makin menguatnya hubungan bilateral antara Indonesia dan Tiongkok.
Dari segi perdagangan, nilai transaksi kedua negara diperkirakan melampaui angka US$ 200 miliar pada tahun ini. Sedangkan di bidang Investasi, Djauhari menyebut nilai investasi tercatat berada di atas US$ 20 miliar.
Angka tersebut terbilang sangat signifikan jika dibandingkan dengan total perdagangan Indonesia dengan Eropa maupun Amerika Serikat, yang berada di kisaran US$ 30 miliar atau dengan Amerika Serikat yang berkisar US$ 40 miliar,"ujarnya.
Melihat besarnya peluang pasar tersebut, Djauhari berharap produk-produk unggulan dari Maluku, khususnya hasil laut dan sektor perikanan, dapat diekspor secara luas ke Tiongkok.
Di sektor pariwisata, Maluku dipandang memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan asal Tiongkok yang saat ini cenderung menyukai pengalaman berwisata ke destinasi baru yang eksotis (experience tourism).
Dalam pertemuan tersebut, lanjut Djauhari, Gubernur Maluku menyambut hangat peluang kolaborasi ini. Pihak-pihak yang hadir menyatakan kesiapannya untuk segera menindaklanjuti rencana teknis secara lebih mendalam bersama tim dari Pemerintah Provinsi Maluku.
Kesepakatan awal juga telah dicapai dalam pertemuan bersama Wali Kota Ambon dan Bupati Kepulauan Tanimbar, yang diharapkan dapat segera terealisasi dalam waktu dekat. (MN-02)
Sumber : https://newsmedianusantara.com/duta-besar-indonesia-untuk-tiongkok-jajaki-peluang-kerja-sama-investasi-dan-pendidikan-di-maluku-detail-464903