Gubenur Maluku Kaget Melihat Kerusakan  Lingkunagan di Gunung Botak

Gubenur Maluku Kaget Melihat Kerusakan Lingkunagan di Gunung Botak

Ambon News Medianusantara.com - Gubernur Maluku Hendrik Lewrrissa mengaku terkejut dan kaget  melihat tingkat kerusakan lingkungan di kawasan tambang emas Gunung Botak, Kabupaten Buru, saat melakukan peninjauan langsung bersama unsur Forkopimda Maluku.

“Kami bersama Pak Kapolda, Pak Pangdam, pimpinan Forkopimda, serta perwakilan Kejati melakukan kunjungan langsung ke lokasi Gunung Botak. Dan saya kaget sekali melihat kerusakannya yang begitu ekstrem,” ungkap Gubernur.

Menurutnya, apabila pemerintah tidak segera mengambil langkah penertiban secara tegas, maka potensi terjadinya bencana lingkungan di kawasan tersebut akan semakin besar.

“Bayangkan kalau tidak ada langkah penertiban dari pemerintah. Saya bisa membayangkan bagaimana dampaknya jika terjadi bencana. Saya pastikan pencemaran lingkungan sudah terjadi dari kondisi yang ada sekarang,” katanya.

Gubernur pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur Forkopimda Maluku yang memiliki visi yang sama dalam upaya melakukan penertiban permanen di kawasan Gunung Botak.

“Saya bersyukur dan berterima kasih kepada teman-teman Forkopimda yang memiliki komitmen bersama dengan pemerintah provinsi untuk melakukan penertiban secara permanen di sana,” ujarnya.

Selain kerusakan lingkungan, Gubernur juga mengaku terkejut dengan ditemukannya puluhan warga negara asing yang diduga melakukan aktivitas ilegal di kawasan tambang tersebut.

“Yang membuat saya lebih kaget, ternyata ditemukan juga sekelompok orang asing di sana. Mereka sudah diamankan dan akan diproses sesuai hukum yang berlaku. Saya minta supaya benar-benar diberikan efek jera,” tegasnya.

Ia juga meminta instansi terkait agar kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang. Menurutnya, keberadaan 24 WNA yang melakukan aktivitas ilegal di Gunung Botak menjadi tamparan serius bagi pemerintah.

“Ini menunjukkan adanya kelalaian, atau mungkin pembiaran. Silakan teman-teman media menafsirkan sendiri. Tetapi bagi saya, fakta adanya 24 WNA yang melakukan aktivitas ilegal di Gunung Botak adalah sesuatu yang sangat memprihatinkan,” katanya.

Gubernur mempertanyakan bagaimana aktivitas tersebut bisa terjadi di tengah keberadaan berbagai instansi pengawasan, termasuk imigrasi.

“Bagaimana mungkin itu bisa terjadi? Ada kantor imigrasi dan berbagai instansi lainnya, tetapi aktivitas seperti ini tetap berjalan,” ujarnya.

Ia menegaskan, tujuan akhir dari penertiban tersebut adalah memastikan pengelolaan pertambangan rakyat berjalan sesuai aturan melalui koperasi-koperasi yang memiliki izin resmi dan memenuhi seluruh persyaratan.

“Gunung Botak ini baru satu yang kita tertibkan. Masih ada lokasi lain yang juga akan kita tertibkan. Pemerintah provinsi tidak akan mentoleransi sumber daya alam Maluku diambil, dirampok, dicuri, atau dikelola secara melawan hukum,” tandasnya.

Gubernur memastikan akan menggunakan seluruh kewenangannya untuk menjaga sumber daya alam Maluku agar dapat dikelola secara bertanggung jawab demi kesejahteraan masyarakat dan kemajuan daerah.

“Saya akan melakukan berbagai tindakan dan kebijakan dalam batas kewenangan saya sebagai gubernur untuk memastikan sumber daya alam kita dapat dikelola dengan baik, penuh tanggung jawab, serta memberi manfaat bagi kesejahteraan masyarakat dan kemajuan daerah,” pungkasnya.

Sumber : https://newsmedianusantara.com/gubenur-maluku-kaget-melihat-kerusakan-lingkunagan-di-gunung-botak-detail-462839