Ambon, News Medianusantara.com- 19 pejabat pimpiman tinggi pratama (eselon II) lingkup pemerintah provinsi Maluku, secara resmi dilantik oleh Gubernur, Murad Ismail.
Pelantikan yang berlangsung di lantai tujuh kantor Gubernur Maluku, rabu (22/04), berdasarkan SK Gubernur nomor 203 Tahun 2020 tanggal 22 April 2020, menindaklanjuti SK Komite Aparatur Sipil Negara (KASN) nomor B/1053/KASN/04/2020 tanggal 3 April 2020 perihal rekomendasi hasil seleksi Jabatan Pimtinan Tinggi Pratama dilingkungan Pemerintah Provinsi Maluku.
Ke-19 pejabat eselon II yang dilantik, yakni Ismail Usemahu daei Kepala Dinas Perhubungan menjabat Asisten III bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Maluku, sebelumnya,
Anton Lailossa dilantik sebagai Kepala Bappeda Provinsi Maluku. Sebelumnya Lailossa menjabat sebagai Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Provinsi Maluku.
Djalaludin Salampessy dilantik sebagai Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Provinsi Maluku.
Selanjutnya, Muhammad Marassabessy dilantik sebagai Kepala Dinas PUPR, Sandi Wattimena Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Abdul Haris Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Denny Donal Lilipary Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (PRKP), Roy C. Siauta Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Umar Alhabsy Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Halima Soamole Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Maluku.
Kemudian, Daniel Eduard Indey Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Bodewin Wattimena Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat (Sekwan) , John Adriansz Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, , Abdul Rahim Maruapaey Kepala Biro Umum Setda, Melky Lohy Kepala Biro Humas dan Protokol, Dominggus Kaya Kepala Biro Pemeintahan Setda, Abdul Haji Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda, Alawiah Alaidrus Kepala Biro Hukum dan HAM, dan M. Sujatwa Naya Kepala Biro Administrasi Pembangunan dan Pengadaan Barang /Jasa Setda Provinsi Maluku.
Dalam sambutannya, Gubernur mengatakan pelantikan dikakukan merupakan lanjutan dari kebijakan penataan birokrasi dilungkup yang dilakukan dilingkup Pemprov sebagai implementasi visi-misi-nya, selaku Gubernur dan Wakilnya, Gubernur Barnabas Nathaniel Orno." Untuk mewujudkan birokrasksi dinamis, bersih jujur dan melayani. Dan penataan birokrasi seperti ini akan terus kita lakukan untuk mendapat struktur birokrasi yang ideal diisi oleh orang yang tepat memeliki integritas dan memeliki kapasitas yang kuat serta profesionalisme," ujarnya.
Ia juga menginstruksikan beberapa hal strategis. Yakni, pertama gubernur menegaskan pelantikan dalam situasi bangsa dan lebih kusus Provinsi Maluku dalam situasi darurat bencana pandemi Virus Corona Desease 19 (Covid-19). Olehnya, tugas utama yang harus dilakukan segera melakukan langka-langka pencegahan penyebaran Covid-19 dan langka penanhanan dampaknya bagi masyarakat baik dari aspek sosial maupun ekonomi.
Kedua bangun momunikasi-kordinasi dan kolaborasi secara efektif dengan seluruh unit kerja dan pemangku kepentingam baik penanganam pandemi Covid-19 maupun pelaksanaan tugas pemerintah pembangunan dan pelayanan publik lainya." Hal ini perlu saya tegaskan karena kita butuh kebersamaan untuk menghadapi situasi darurat ini dan kebersamaan untuk memajukan daerah serta mensejahterakan masyarakat yang ada di Maluku," tegas Murad, mengingatkan.
Murad juga mengingatkan agar bekerja secara jujur, cerdas dan tuntas serta akuntabel. "Saya ingin birokrasi Maluku tidak monoton, tapi harus tanggap dan berani membuat terobosan baru. Juga harus bekerja dengan cepat agar kita dapat mengejar ketertinggalan dari daerah lain,"sambungnya.
Sebagai pejabat publik, Gubernur juga memgingatkan agar para pejabat ini memghindar dari parkatek korupsi, kolusi dan nepotisme."Saya ingatkan kepada saudara-saudara, jangan mau diintervensi oleh siapapun. Kalau ada anak buah kalian yang tidak mau mengikuti perintah kalian, jangan segan-segan untuk pindahkan dia. Kalau eselon II eselon III, kasi tau sama saya, biar saya pindahkan. Kalian tidak ambil tindakan terhadap anak buah kalian yang tidak potensial dan suka menghalang pembangunan yang ada di Maluku, kalau saya dengar dari luar ada anggota kalian seperti itu dan komandannya penakut, saya ganti dia dan komandannya. Saya tidak main-main, tidak adalagi yang main-main dengan masalah pembangunan di Maluku,"ancamnya.
Apapagi kata dia, saat ini ASN kerja dari rumah. Dirinya meminta agar para kepala OPD untuk selalu mengecek keberadaan anak buahnya.
"Ingat, jabatan adalah amanah sekaligus bisa jadi bencana buat kita kalau kita tidak bisa jujur dan adil, jabatan bisa jadi bencana buat kita dan keluarga kita,"pungkasnya.(MN)