Ambon, News Medianusantara.com - Rovik Akbar Afifuddin, anggota Komisi III DPRD Provinsi Maluku, mendesak Inpex, operator ladang gas Blok Masela untuk segera memulai produksi.
Sejak mendapatkan persetujuan rencana pengembangan (Plan of Development/PoD) dari pemerintah puluhan tahun lalu, hingga kini Inpex belum merealisasikan produksi gas di Blok Masela.
Menanggapi lambatnya perkembangan ini, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengancam akan mencabut izin perusahaan asal Jepang tersebut jika tidak segera berproduksi.
“Kalau Inpex tidak mau segera produksi, beliau (Bahlil Lahadalia) mau mencabut izinnya. Saya kira itu dorongan yang baik agar Inpex lebih serius. Pernyataan Pak Bahlil adalah bentuk upaya mempercepat proses produksi di Blok Masela,” ujar Rovik saat ditemui di ruang Komisi III DPRD Maluku, Karang Panjang, Kota Ambon, Senin (24/02/2025).
Lebih lanjut, Rovik menegaskan bahwa tidak hanya pemerintah, DPRD Maluku juga mendorong agar Inpex menunjukkan komitmen serius dalam pengelolaan Blok Masela yang berada di Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
“Kami meminta keseriusan dan komitmen dari Inpex agar Blok Masela segera diproduksi,” tambahnya.
Di sisi lain, terkait pengelolaan Participating Interest (PI) 10%, DPRD Maluku akan berkoordinasi dengan PT Maluku Energi Abadi (MEA), yang merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
“Kami akan mengonfirmasi dengan MEA mengenai progres pengelolaan Blok Masela, karena mereka yang selama ini berproses dalam hal ini,” jelasnya.
Rovik optimistis bahwa dengan beroperasinya Blok Masela, perusahaan-perusahaan daerah akan memiliki peran strategis dalam membangun Maluku dan mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut.(N - MN)
Sumber : https://newsmedianusantara.com/komisi-iii-dprd-maluku-mendesak-inpex-segera-produksi-gas-blok-marseka-detail-456743