Lailossa : Musrenbang Tematik Bacarita  Maluku Soroti Isu GESI

Lailossa : Musrenbang Tematik Bacarita Maluku Soroti Isu GESI

Ambon, News Medianusantara.com,- Dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027, 

Pemerintah Provinsi Maluku menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tematik “Bacarita Manise” (Maluku Inklusif dan Sejahtera).


Musrembang yang digelar ini, membahas isu Gender, Disabilitas, dan Inklusi Sosial (GESI),  berlangsung di Hotel Santika Premiere Ambon, Selasa, (3/3/2026).


Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Maluku, Dr Anton Lailossa, kepada wartawan mengatakan, forum musrembang tematik yang luas, ada  isu-isu spesifik tidak tertangkap secara jelas dalam musrenbang umum, sehingga dibuatkan musrembang khusus seperti ini.


Lailossa menambahkan, musrembang ini juga merupakan inspirasi di tingkat nasional. Kementerian Dalam Negeri mengeluarkan peraturan dan arahan untuk seluruh Indonesia.


" Nah, salah satu inspirasinya adalah dari musrembang yang di lakukan oleh provinsi Maluku. Dari seluruh provinsi, salah satu yang terbaik dari Maluku ini adalah Musrembang GESI ini.


Ditambahkan, musrembang ini benar benar menangkap suara hati dari masyarakat tentang isu isu gender, disabilitas dan inklusif sosial.


" Musrenbang Tematik Bacarita Manise melibatkan jaringan masyarakat sipil dan organisasi non-pemerintah yang bergerak di bidang pemberdayaan perempuan, penyandang disabilitas, serta kelompok rentan lainnya. 


Para perencana di tingkat provinsi diminta mendengar langsung berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.


“Musrenbang tematik yang kedua  kali dilakukan ini menjadi inspirasi. Pendekatan isu spesifik seperti ini kemudian diarahkan untuk bisa diterapkan lebih luas,” ujarnya.


Lailossa menjelaskan, hasil forum tematik tersebut akan dibawa ke pembahasan lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di tingkat provinsi. Setelah dirumuskan dan diselaraskan dengan program masing-masing OPD, hasilnya akan dibahas dalam Musrenbang bersama pemerintah kabupaten dan kota.


“Setelah di tingkat provinsi matang, barulah dibawa ke musrembang  bersama kabupaten/kota untuk disepakati dan diusulkan ke pemerintah pusat.


Sembari berharap,  dengan terselenggaranya musrembang tematik yang di dukung oleh skala ini, maka kita  dapat mengangkat isi isu yang spesifik,  persoalan gender, disabilitas, dan inklusi sosial di Maluku, sehingga kebijakan pembangunan daerah benar-benar menyentuh kelompok yang selama ini kurang perhatian dapat tertangani secara lebih sistematis di seluruh wilayah di Maluku, "pungkasnya. (MN-02)

Sumber : https://newsmedianusantara.com/lailossa-musrenbang-tematik-bacarita-maluku-soroti-isu-gesi-detail-462038