Ambon, News Medianusantara.com - Amboina Jukulele Festival tingkat Kecamatan Teluk Ambon Baguala Tahun 2026 bukan sekadar panggung kompetisi bagi generasi muda. Lebih dari itu, festival ini menjadi ruang untuk merawat warisan musik, menumbuhkan kecintaan terhadap budaya lokal, sekaligus memperkuat identitas Ambon sebagai Kota Musik Dunia.
Festival yang digelar Pemerintah Kota Ambon tersebut berlangsung di Gedung Sari Gurih Lateri, lantai II, Selasa (11/8/2026).
Kegiatan dibuka dengan sambutan Wali Kota Ambon yang disampaikan Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Ambon, Rustam Simanjuntak.
Rustam mengatakan, jukulele telah menjadi bagian penting dari perjalanan musik dan kebudayaan masyarakat Ambon.
Karena itu, keberadaan festival tersebut harus dipandang sebagai bagian dari upaya menjaga warisan budaya agar tetap hidup dan berkembang di tengah perubahan zaman.
“Lomba jukulele bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi menjadi wahana bagi kita untuk melestarikan dan mengembangkan warisan budaya, khususnya alat musik jukulele yang telah menjadi bagian dari identitas Kota Ambon sebagai Kota Musik Dunia,” ujarnya.
Menurutnya, festival tahun ini memiliki nuansa tersendiri karena digelar menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan HUT ke-451 Kota Ambon.
Momentum tersebut, kata Rustam, harus menjadi ruang untuk membangun rasa bangga generasi muda terhadap musik dan budaya daerah. Di saat yang sama, festival juga dapat menanamkan nilai sportivitas, kebersamaan serta semangat berprestasi.
Rustam menegaskan, kemenangan bukan satu-satunya ukuran keberhasilan dalam sebuah perlombaan. Jauh lebih penting adalah pengalaman, proses pembinaan dan tumbuhnya kesadaran generasi muda untuk menjaga nilai-nilai budaya yang diwariskan para pendahulu.
“Yang terpenting adalah bagaimana kita dapat menjaga dan melestarikan nilai-nilai budaya dan tradisi musik kita,” katanya.
Amboina Jukulele Festival tingkat Kecamatan Teluk Ambon Baguala juga menjadi pintu menuju kompetisi pada level yang lebih tinggi. Tiga peserta terbaik dari tingkat kecamatan nantinya akan mewakili Teluk Ambon Baguala pada lomba jukulele tingkat Kota Ambon.
Untuk itu, Rustam meminta seluruh peserta tampil penuh percaya diri dan memberikan kemampuan terbaik, namun tetap mengedepankan sportivitas serta menghargai setiap peserta yang tampil.
“Kepada para pelatih, sekolah dan seluruh peserta lomba, saya ucapkan selamat bertanding. Junjung tinggi sportivitas, tunjukkan penampilan terbaik dan jadikan lomba ini sebagai momentum untuk saling belajar dan berbagi pengalaman,” pesannya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mengambil bagian dalam penyelenggaraan festival, khususnya Tim Penggerak PKK Kota Ambon yang berkolaborasi dengan Ambon Music Office, jajaran Kecamatan Teluk Ambon Baguala, para kepala sekolah dan guru, pelatih, pendamping serta seluruh pihak yang memberikan dukungan kepada para peserta.
Menurut Rustam, kolaborasi tersebut perlu terus diperkuat agar pengembangan musik di Kota Ambon tidak berhenti pada penyelenggaraan festival.
Pembinaan yang konsisten dinilai penting untuk membuka ruang tumbuh bagi talenta-talenta muda sekaligus memperkokoh ekosistem musik daerah.
Dengan demikian, Amboina Jukulele Festival diharapkan tidak hanya melahirkan para juara, tetapi juga menumbuhkan generasi yang memiliki rasa bangga terhadap identitas budaya sendiri.
Festival ini menjadi gambaran bahwa musik bukan hanya tentang bunyi dan penampilan di atas panggung. Di balik petikan senar jukulele, tersimpan cerita tentang tradisi, karakter, kebersamaan dan identitas Ambon yang terus diwariskan dari satu generasi kepada generasi berikutnya.
“Selamat berlomba untuk adik-adik sekalian. Tampilkan yang terbaik dan jadikan festival ini sebagai ruang untuk terus mencintai musik dan budaya Ambon,” tutup Rustam
Sumber : https://newsmedianusantara.com/rustam-lomba-jukulele-adalah-bagian-penting-musik-dan-kebudayaan-masyarakat-kota-ambon-detail-464110