Tingkatkan Transparansi dan Pendapatan Daerah,  Syahrisal Imbar : Bank Maluku Malut Perkuat Digitalisasi melalui SIPD

Tingkatkan Transparansi dan Pendapatan Daerah, Syahrisal Imbar : Bank Maluku Malut Perkuat Digitalisasi melalui SIPD

Ambon, News Media Nusantara.com,– Upaya digitalisasi tata kelola keuangan daerah terus digenjot untuk menciptakan sistem yang lebih transparan dan efisien. 


Bank Maluku Malut menyatakan dukungan penuh terhadap implementasi Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD), dan program yang dilaksanakan oleh Kementerian Dalam Negeri melalui Pusat Data dan Informasi (Pusdatin), yang kini diterapkan oleh Pemerintah Provinsi Maluku.


Penerapan sistem ini dinilai menjadi kunci dalam percepatan proses penerimaan dan pembayaran pemerintah daerah. 


Penegasan ini disampaikan, Direktur Utama PT. Bank Maluku Malut,  Syahrisal Imbar, kepada wartawan, di Kantor Gubernur, Kamis, (11/6/2026).


Syahrisal menambahkan, tujuan utama penerapan SIPD adalah untuk menciptakan sistem penerimaan dan pembayaran di pemerintah daerah yang lebih transparan dan cepat, sehingga penerimaan menjadi lebih besar.


Sejauh ini, Pemerintah Provinsi Maluku telah mengimplementasikan SIPD secara real-time dan online. 


Langkah ini terbukti memberikan dampak signifikan terhadap transparansi penerimaan serta kecepatan dalam proses belanja daerah.

Dukungan terhadap langkah tersebut juga datang dari pemerintah pusat. 


Syahrisal juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Dalam Negeri, khususnya Inspektur Jenderal Keuangan Daerah, Agus Fatoni, serta Direktur Pelaksanaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah, Simon Saimima, yang dinilai berperan besar dalam mendukung kesiapan pemerintah daerah provinsi Maluku mengimplementasikan sistim tersebut.


"Dengan implementasi SIPD seluruh proses transaksi keuangan daerah dapat dilakukan secara digital tanpa bergantung pada dokumen fisik,"jelasnya.


Sistem ini memungkinkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melakukan transaksi langsung kepada penerima pembayaran secara elektronik,"ujarnya.


"Penerimaan daerah menjadi lebih transparan, proses belanja lebih cepat dan tidak ada lagi penggunaan kertas dalam proses pembayaran.


Semua dapat dilakukan langsung secara online dari masing masing OPD kepada penerima pembayaran.


Di tengah momentum digitalisasi ini, Syahrisal Imbar juga  turut membagikan capaian positif performa bisnis lembaga keuangan yang dipimpinnya.


Hingga Mei 2026, perolehan laba bersih Bank Maluku Malut tercatat tumbuh impresif sebesar 35% secara year-on-year. 


Lonjakan performa keuangan ini menempatkan Bank Maluku Malut sebagai salah satu bank pembangunan daerah dengan pertumbuhan laba tertinggi di tingkat nasional,"pungkasnya.


Sementara itu, ditempat yang sama, Direktur Pelaksanaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah, Simon Saimima mengatakan, melalui Kementerian Dalam Negeri, pemerintah pusat mendorong Bank Maluku Malut untuk bertindak sebagai bank penempatan Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) Provinsi Maluku. 


Saimima menambahkan, inovasi dan digitalisasi yang dilakukan oleh Bank Maluku Malut sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) pun mendapat apresiasi, karena dinilai berhasil meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta laba perusahaan.


Kinerja keuangan Bank Maluku Malut pun, lanjut Saimima menunjukkan tren positif.


"Nah, berdasarkan data yang disampaikan, perusahaan mencatatkan pertumbuhan laba sebesar 35% secara tahunan (year-to-year). 


Angka tersebut diklaim sebagai salah satu tingkat pertumbuhan laba tertinggi di industri perbankan nasional,"ungkapnya.


Dengan sinergi antara pemerintah daerah dan perbankan, diharapkan digitalisasi keuangan ini dapat terus mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Maluku dan Maluku Utara ke depannya. (MN-02)

Sumber : https://newsmedianusantara.com/tingkatkan-transparansi-dan-pendapatan-daerah-syahrisal-imbar-bank-maluku-malut-perkuat-digitalisasi-melalui-sipd-detail-463321