Ambon, News Medianusantara.com, — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku menggelar program Coaching Clinic bagi para kepala sekolah guna memperkuat kualitas pembelajaran di kelas dan meningkatkan mutu pendidikan daerah.
Kegiatan yang berlangsung pada Senin (12/10/2026) di Aula Kantor Dikbud Provinsi Maluku tersebut dihadiri langsung oleh Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa. Pelatihan ini diikuti oleh 39 kepala sekolah yang berasal dari Kota Ambon, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), serta Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB).
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, Dr. Loce Singerin, mengapresiasi kehadiran Gubernur Hendrik Lewerissa yang memberikan perhatian besar terhadap pembenahan sektor pendidikan di wilayah Maluku.
Dalam kesempatan tersebut, Loce secara terbuka menyinggung kondisi pendidikan Maluku yang saat ini menempati urutan ke-33 secara nasional dalam hal mutu pendidikan.
Menurutnya, catatan ini merupakan tantangan besar yang memicu kegelisahan bersama, mengingat masyarakat terus memantau perkembangan pendidikan.
"Secara nasional, kami menerima catatan itu sebagai pil pahit yang harus kita telan. Namun, dengan jujur harus saya katakan, ada beban sejarah ketertinggalan mutu yang telah menjerat kita selama kurang lebih 20 tahun terakhir," tutur Loce.
Meski begitu, ia menegaskan posisi tersebut bukan hal yang permanen. Dikbud Maluku berkomitmen penuh melakukan pembenahan dari tingkat dasar, khususnya mmeningkatkan kompetensi tenaga pendidik. Rendahnya mutu, tegasnya, bukan disebabkan oleh kecerdasan siswa, melainkan karena intervensi terhadap cara mengajar guru di ruang kelas yang belum maksimal.
"Dinas Pendidikan tidak akan tinggal diam dengan mengantongi nomor urut 33. Kami akan terus berjuang agar angka tersebut bukan menjadi takdir abadi bagi anak-anak Bumi Baileo," kata Loce.
Melalui Coaching Clinic, pengembangan laboratorium praktik kepemimpinan, dan microteaching, Dikbud Maluku berupaya mengubah pola pembenahan birokrasi agar langsung menyentuh pada esensi pembelajaran.
Langkah ini mencakup evaluasi kompetensi mengajar guru agar proses di kelas tidak sekadar berfokus pada kelengkapan administrasi, melainkan standar profesionalisme.
Langkah ini diharapkan dapat membenahi masalah di hulu, sehingga capaian literasi, numerasi, serta Standar Pelayanan Minimal (SPM) pendidikan peserta didik dapat terukur jelas. Saat ini, indikator SPM bidang pendidikan Maluku berada di angka 34,82, yang menjadi sinyal perlunya pembenahan terarah dan berkesinambungan.
“Kita buktikan kepada
nasional bahwa di bawah komando Bapak Gubernur, pendidikan Maluku siap merangkak naik dan bangkit menuju papan atas Indonesia,” ucapnya optimis.
Loce menjelaskan bahwa persoalan kualitas pendidikan di Maluku merupakan hasil penumpukan dari berbagai kendala lama, mulai dari letak geografis, keterbatasan sarana-prasarana, hingga evaluasi kompetensi guru di masa lalu yang menunjukkan hasil kurang optimal.
Untuk memutus mata rantai tersebut, pembenahan difokuskan pada peningkatan kapasitas guru serta kepemimpinan kepala sekolah melalui kebijakan yang lebih terukur dan ketat. Langkah ini juga mendukung program kerja Gubernur Maluku melalui visi Sapta Cita.
"Yang kita benahi bukan sekadar angka peringkat, melainkan kualitas pembelajaran dan masa depan anak-anak Maluku," pungkas Loce. (MN-02)
Sumber : https://newsmedianusantara.com/upaya-dongkrak-mutu-pendidikan-maluku-dikbud-gelar-coaching-clinic-kepala-sekolah-detail-464989