Saadiah Uluputy Dorong Peran Paguyuban Pemuda dan Sarjana untuk Kemajuan Maluku
Ambon, News Medianusantara.com, — Anggota Komisi XII DPR RI, Saadiah Uluputy, menilai keberadaan wadah organisasi kepemudaan, pelajar, dan mahasiswa daerah memiliki peran yang sangat strategis dalam mendorong pembangunan di wilayah Maluku.
Pernyataan tersebut disampaikannya usai menghadiri Pelantikan Pengurus Besar Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Laimu (PB IPPMAL) masa bakti 2026-2029 yang berlangsung di Auditorium SUPM Ambon, Sabtu (29/8/2026).
Menurut Saadiah, paguyuban berfungsi sebagai sarana utama penyatuan masyarakat yang tengah berada jauh dari daerah asal.
Melalui wadah ini, para anggotanya dapat berkumpul, merumuskan agenda kerja bersama, serta membahas berbagai kebutuhan sosial masyarakat secara terstruktur.
“Kalau bicara sinkronisasi dan harmonisasi, tempat berorganisirnya masyarakat itu ada di paguyuban,” kata Saadiah.
Ia menekankan bahwa lewat wadah organisasi ini, generasi muda diajak untuk bersama-sama mencari solusi atas berbagai tantangan di sektor pendidikan, ekonomi, stabilitas keamanan, hingga mempererat hubungan kekeluargaan.
Sebagai wakil rakyat di tingkat pusat, Saadiah berkomitmen untuk terus mengawal dan menyuarakan aspirasi ini kepada pemerintah. Ia menegaskan bahwa paguyuban merupakan fondasi terkecil yang memegang peranan vital dalam akselerasi pembangunan.
“Keberadaan paguyuban sejalan dengan upaya membangun Maluku yang damai, maju, dan memiliki wawasan kemajuan dengan tetap mempertahankan karakter sebagai daerah kepulauan,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Saadiah juga menyoroti peran Kota Ambon sebagai titik temu warga dari berbagai latar belakang pulau dan negeri.
Ia mengajak seluruh elemen paguyuban untuk menjadikan Ambon sebagai ruang bersama yang dirawat dengan rasa memiliki serta kontribusi nyata.
“Ambon ini milik semua orang. Semua yang datang ke sini harus punya rasa kebersamaan, rasa memiliki Ambon, dan harus berkontribusi untuk kebaikan bersama,” tegasnya.
Selain itu, ia memberikan perhatian khusus terhadap potensi sumber daya manusia, seperti keberadaan sekitar 600 lulusan sarjana yang terhimpun di dalam IPPMAL.
Jumlah tersebut dinilainya sebagai modal intelektual yang sangat bernilai bagi pembangunan Maluku.
“600-an sarjana itu lumayan. Ini sebenarnya modal besar bagi pembangunan di Maluku,” tutur Saadiah.
Ia pun berharap model pengorganisasian serupa dapat diterapkan oleh setiap negeri di Maluku, sehingga keanekaragaman latar belakang tidak menjadi pemisah, melainkan menjadi kekuatan kolektif untuk mencapai tujuan bersama.
Mengakhiri pernyataannya, Saadiah mengapresiasi tema pelantikan PB IPPMAL, yaitu “Bersatu dalam Semangat Persaudaraan, Berkarya untuk Kemajuan Maluku Menuju Indonesia Emas 45”.
“Temanya luar biasa. Tidak hanya untuk organisasi, tapi juga membawa semangat pembangunan Maluku dan Indonesia,” ungkapnya.
Ia berharap IPPMAL dapat menerjemahkan semangat tersebut dalam bentuk kerja nyata di bidang sosial, pendidikan, maupun ekonomi. “Semua yang berkumpul di sini harus berada dalam spirit yang sama menuju tujuan ini,” pungkas Saadiah. (MN-02)
Indonesia
English
Belum Ada Komentar