
Universitas Pattimura Punya 5 Guru Besar Baru
Ambon, News Medianusantara com,- Universitas Pattimura kembali kukuhkan lima guru besar.
Pengukuhan lima guru besar ini di gelar dalam rapat senat terbuka luar biasa di Kampus Poka, Selasa, (14/1/2024).
Pengukuhan dipimpin oleh Rektor Unpatti, Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy.
Kelima guru besar yang di kukuhkan berasal dari berbagai disiplin ilmu yang berbeda, yakni, Prof. Dr. Barzah Latupono, SH. MH., Guru Besar Ilmu Hukum.
dari Fakultas Hukum.
Prof. Dr. Ir. Wardis Girsang, M.Si., Guru Besar Manajemen Sistem Pedesaan dari Fakultas Pertanian.
Prof.Dr. Karolis Anaktototy, S.Pd, merupakan Guru Besar Pendidikan Bahasa Inggris dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).
Prof. Dr. Samuel Frederick Tuhumury, M.Sc., Guru Besar Konservasi Sumber Daya Alam. dari Fakultas Perikanan serta Prof. Dr. Yoisye Lopulalan , S.Pi., M.Si.,Guru Besar Ilmu Sosial dan Ekonomi Perikanan, dari Fakultas Perikanan.
Prof. Dr. Yoisye Lopulalan, dalam karya ilmiahnya menyampaikan pentingnya pengembangan perikanan tradisional untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan.
"Pembangunan perikanan tradisional memerlukan transformasi struktural untuk mengatasi ketimpangan dengan perikanan Modern,"tegasnya.
Prof. Dr. Karolis Anaktototy dalam penelitiannya tentang "Bahasa Inggris Sebagai Lingua Franca Global”, menjelaskan sejarah dan pengaruh kolonialisme Inggris yang menjadikan Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar global.
Prof. Dr. Ir. Wardis Girsang mengangkat isu kemiskinan berbasis gugus pulau di Maluku.
Menurutnya, integrasi sumber daya darat dan laut dengan kearifan lokal dapat menjadi solusi jangka panjang untuk pengentasan kemiskinan di wilayah kepulauan.
Selain itu, Prof.Dr. Semuel Frederik Tuhumury menyoroti tentang konservasi sumber daya alam laut, dengan fokus pada ekonomi biru yang digalakkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Tuhumury menekankan perlunya pengawasan dan pengelolaan berkelanjutan untuk menjaga ekosistem laut yang sehat dan produktif seperti dalam program konservasi siput lola.
Sementara itu, Prof.Dr. Barzah Latupono, membahas prinsip-prinsip hukum perkawinan di indonesia dengan menekankan pentingnya norma hukum dalam mengatur hak dan kewajiban dalam pernikahan.
Latupono menjelaskan perkembangan hukum perkawinan indonesia yang telah mengalami perubahan signifikan dengan pengesahan Undang-Undang Nomor I Tahun 1974 tentang Perkawinan.
Sementara itu, Rektor Universitas Pattimura, Prof. Fredy Leiwakabessy, mengatakan, kelima dosen ini, merupakan bagian dari 12 nama yng diusulkan oleh Universitas.
Leiwakabessy menambahkan, pada akhir tahun kemarin, kami mengusulkan sekitar 12 calon guru besar, dan sebagai kado akhir tahun, sekaligus membuat tahun akademik 2024-2025, kita bisa mendapatkan SK guru besar bagi keliatan guru besar yang baru saja kita kukuhkan.
Selain itu, ada tujuh calon guru besar yang telah diusulkan dan diharapkan dapat segera mendapatkan pengesahan.
Dengan pengukuhan kelima guru besar ini menandai kemajuan bagi universitas pattimura dalam memperkuat kapasitas academy dan kontribusi nyata dalam pengembangan ilmu pengetahuan di berbagai bidang.
Sembari berharap, kelima guru besar yang telah dikukuhkan diharapkan menjadi motivator pendorong riset riset pengembangan.(MN-02)
Belum Ada Komentar