Workshop Business Feasibility Boot Camp Digelar, Toisuta : Bangun Kolaborasi Perkuat Ekonomi Desa
Ambon, News Media Nusantara.com,- Wakil Wali Kota Ambon, Ely Toisutta, secara resmi membuka kegiatan Workshop Business Feasibility Boot Camp untuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), melalui penyusunan dan analisis study kelayakan usaha.
Kegiatan yang di gelar berlangsung, di Hotel Pasific, Selasa (24/2/2026).
Turut hadir pada kesempatan itu, Kepala Dinas Koperasi, Febby Siegers, narasumber, perangkat desa maupun negeri sekota Ambon serta tamu undangan lainnya.
Workshop yang digelar ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas pengelola BUMDes dalam menyusun dan menganalisis kelayakan usaha secara lebih terstruktur serta dapat memahami komponen penting dalam usaha yang dikelola.
Wakil Walikota Ambon, Ely Toisutta, dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia mengatakan, BUMDes memiliki peran penting dalam mengelola usaha yang memanfaatkan aset desa guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, membangun BUMDes tidak cukup hanya dengan pemberian penyertaan modal baik yang bersumber dari desa, masyarakat, maupun pihak ketiga.
"Membangun BUMDes membutuhkan kesiapan kelembagaan yang kuat, mulai dari aspek legalitas, tata kelola organisasi, serta sumber daya manusia yang jujur kompeten dan profesional," terangnya.
“Kegiatan workshop ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat kapasitas pengelola BUMDes agar mampu menyusun dan menganalisis kelayakan usaha secara lebih terstruktur, profesional, dan berorientasi pada keberlanjutan,” tandasnya.
Sembari berharap, para peserta workshop dapat memahami pentingnya studi kelayakan bisnis mulai dari analisis pasar, aspek teknis, aspek keuangan, hingga manajemen risiko.
" BUMDes harus dikelola secara professional. Unit usaha yang dipilih harus benar benar melalui kajian kelayakan dan perhitungan yang matang, dapat mengambil keputusan usaha yang tepat, meminimalkan risiko kerugian, serta memaksimalkan potensi desa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Workshop ini tidak hanya menjadi forum pembelajaran, tetapi juga ruang diskusi untuk berbagi pengalaman serta membangun jejaring kerjasama antara BUMDes, pihak ketiga, dan pemerintah.
"Kolaborasi adalah kunci dalam memperkuat ekonomi desa," pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Umum Lembaga Pengembangan Ekonomi dan Kebijakan Publik, Bareta Titioka, mengatakan, lembaganya telah bekerja sama dengan Pemerintah Kota Ambon sejak tahun 2020, dalam berbagai kegiatan riset dan analisis, termasuk penyusunan master plan penanggulangan kemiskinan kota dan perhitungan jasa bahan bakar minyak untuk transportasi Armada sampah di Ambon.
Titioka menambahkan, workshop ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengelola BUMDes dalam menyusun rencana bisnis yang akuntabel dan memahami secara mendalam mitigasi risiko usaha.
"Sasaran utama kegiatan ini adalah para kepala desa, anggota Baperja, serta direktur BUMDes sebagai pengambil keputusan operasional.
Sembari berharap, dengan penguatan kapasitas ini, BUMDes di Kota Ambon tidak hanya sekadar mengikuti tren, tetapi mampu memilih unit usaha yang kompetitif, sehat secara arus kas, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (MN-02)
Indonesia
English
Belum Ada Komentar