Artikel Populer

  81 Tahun Menanti Akhirnya Akses Maritim Ujung Timur Wetar Terjawab

81 Tahun Menanti Akhirnya Akses Maritim Ujung Timur Wetar Terjawab

​Ambon, News Medianisantara.com — Setelah  penantikan selama 81 tahun Indonesia merdeka, akhirnya kehidupan warga di pesisir pulau Wetar Timur, Kabupaten Maluku Barat Daya terjawab, dengan kehadiran tol laut nasional dapat menjawab kebutuhan masyarakat selama puluhan tahun tidak tersentuh, wilayah ini terisolasi dari pusat-pusat pertumbuhan ekonomi akibat minimnya infrastruktur transportasi laut reguler yang memadai.


​Untuk menjawab keterisolasian masyarakat setempat yang bergantung pada sarana seadanya demi menyambung hidup dan beraktivitas. Dalam kondisi cuaca bersahabat, warga mengandalkan perahu layar, perahu ketinting, hingga motor tempel untuk mendistribusikan hasil bumi ke ibu kota kecamatan. Namun, ketika cuaca ekstrem, sistem barter menjadi satu-satunya cara bertahan hidup di tengah keterbatasan.

Betapa tidak, penantian panjang itu menemui titik terang ahirnya dapat terjawab. Pemerintah pusat melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan resmi menerbitkan kebijakan deviasi trayek kapal perintis yang menjangkau Pelabuhan Arwala di Wetar Timur.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Nomor: AL.016/11/7/DA/2026 tertanggal 19 Agustus 2026 yang ditujukan kepada Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas II Saumlaki. Langkah ini diambil untuk merespons usulan resmi Gubernur  Maluku Hendrik Lewerissa, melalui surat Dinas Perhubungan Maluku Nomor 500.11.8.7-VIII/438/2026 tertanggal 13 Agustus 2026. 

Dalam instruksi resmi tersebut, Dirjen Hubungan Laut meminta UPP Kelas II Saumlaki segera berkoordinasi dengan PT PELNI (Persero) untuk mengeksekusi deviasi KM Sabuk Nusantara 104 pada Trayek R-86 Voyage ke-15 Tahun Anggaran 2026.


​Perubahan rute ini memperluas cakupan layanan dengan memasukkan Pelabuhan Arwala ke dalam peta trayek reguler. Berdasarkan penyesuaian rute baru, total jarak tempuh trayek mengalami penyesuaian dari semula 1.306,64 NM menjadi 1.523,65 NM guna mengakomodasi konektivitas langsung ke wilayah-wilayah terluar. ​Adapun poin-poin penugasan penting bagi otoritas pelabuhan setempat meliputi:


​Eksekusi Trayek dengan melaksanakan deviasi rute pada trayek R-86 voyage ke-15 TA 2026 dan segera mendaftarkannya melalui aplikasi SIMLALA. Disisi lain melakukan koordinasi Lintas Sektor, bekerja sama secara aktif dengan Pemerintah Provinsi Maluku dalam pengawasan dan kelancaran operasional trayek baru.


Dirjen Lala juga menginstruksikan agar dilakukan​sosialisasi kepada publik dengan menggandeng pemerintah daerah dan pengelola pelabuhan setempat untuk menyosialisasikan perubahan jaringan trayek kepada warga.

Tidak saja itu tetapi juha mempublikasi secara masif,dengan melakukan diseminasi informasi seluas-luasnya agar masyarakat pesisir dapat memanfaatkan layanan pelayaran perintis ini secara optimal.


Kepala Dinas Perhubungan Maluku Semy Huwae   menjelaskan, dengan hadirnya KM Sabuk Nusantara 104 di Pelabuhan Arwala diproyeksikan bisa dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi lokal," Ungkap Huwae kepada wartawan, Jumat (21/8/26).

Lanjut Huwae, selama ini mobilitas warga untuk mengurus urusan pemerintahan maupun memasarkan hasil perkebunan terhambat biaya tinggi dan risiko keselamatan di laut.


Di katakan. dengan rute baru yang menghubungkan wilayah Maluku hingga Kupang, Nusa Tenggara Timur, melalui titik singgah seperti Arwala, Ilwaki, dan Lirang, mobilitas warga kini menjadi lebih aman, terjangkau, dan teratur. Warga Wetar Timur tidak lagi harus bertaruh nyawa di atas perahu kecil demi menjual komoditas unggulan mereka, ujar Huwae.


Kata Huwae,  komitmen Gubernur Maluku, dalam nenghadirkan kapal perintis dapat menjangkau pulau-pulau terluar yang berada dalam NKRI khusnya daerah ( 3T) serta memastikan keadilan sosial dan pemerataan ekonomi benar-benar dirasakan hingga ke pelosok Republik Indonesia. (**)


Komentar

  1. Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

Testimonial

Blognya keren !!...

Mila Karmila

Metode SEO yang sangat keren!!!......

Dian Herliwan
Kategori