Kreteria KIP Unpatti, Kubangun Ingatakan Mahasiswa Jujur Isi Data Sosial Ekonomi
Ambon, News Medianusantara.com - Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Universitas Pattimura, Dr. Nur Aida Kubangun, menyampaikan adanya perubahan penting dalam kriteria penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah pada tahun akademik 2026.
Kata Kubangun, penyesuaian dilakukan berdasarkan pembaruan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang menjadi acuan pemerintah dalam menetapkan kelayakan penerima bantuan pendidikan.
“Jika sebelumnya penerima KIP Kuliah diprioritaskan pada desil 1 sampai 3, yakni kategori miskin ekstrim dan miskin, kini diperluas hingga desil 4,” jelas Kubangun dalam konferensi pers di Kampus Unpatti Ambon, Jumat (20/2/2026).
Ia menegaskan bahwa perluasan ini membuka peluang lebih besar bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu untuk mengakses pendidikan tinggi.
Namun demikian, Kubangun mengingatkan masyarakat agar mengisi data sosial ekonomi secara jujur dan akurat. Kesalahan atau ketidaksesuaian data dapat berdampak pada status kelayakan bantuan.
“Kami mengimbau calon mahasiswa dan orang tua untuk memastikan data yang diinput benar dan sesuai kondisi riil. Karena sistem sekarang berbasis data nasional, sehingga sangat mudah dilakukan verifikasi,” tegasnya.
Selain itu, ia menekankan bahwa mahasiswa tidak diperbolehkan menerima bantuan ganda dari sumber dana negara. Jika ditemukan adanya penerimaan ganda, maka bantuan akan dicabut dan penerima diwajibkan mengembalikan dana yang telah diterima.
“Kami ingin bantuan ini tepat sasaran, benar-benar untuk mahasiswa yang membutuhkan,” ujarnya.
Pada tahun sebelumnya, tercatat sebanyak 2.221 mahasiswa Unpatti menjadi penerima KIP Kuliah. Pihak universitas berharap, jumlah tersebut dapat meningkat seiring perluasan kriteria penerima tahun ini.
Kubangun juga mendorong kepala sekolah dan pemerintah daerah agar aktif memberikan pendampingan kepada siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu agar tidak ragu melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
“Kami ingin memastikan anak-anak mendapat akses pendidikan tinggi seluas-luasnya,” tutup Kubangun.
Indonesia
English
Belum Ada Komentar