Artikel Populer

 LDK GMKI Komisariat ISIP Unpatti 2026 Sukses Digelar, Tegaskan Spirit Kepemimpinan Transformatif

LDK GMKI Komisariat ISIP Unpatti 2026 Sukses Digelar, Tegaskan Spirit Kepemimpinan Transformatif

Ambon, News Mmedianusantara.com- Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Ambon Komisariat ISIP Universitas Pattimura sukses melaksanakan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) Tahun 2026 selama tiga hari, Jumat hingga Minggu, 01–03 Mei 2026, yang dipusatkan di Gedung Gereja Anugerah, Negeri Leahari.


Kegiatan ini mengusung tema “Membentuk Kader Berpikir Kritis, Berkarakter, dan Beriman dalam Pengabdian.” LDK menjadi ruang pembentukan kader dalam aspek spiritualitas, intelektualitas, dan kepemimpinan yang kontekstual.


Dalam sambutan pembukaan, Ketua GMKI Cabang Ambon Komisariat ISIP Unpatti, Gracelia Ferdinandus, S.I.Kom, menegaskan bahwa LDK bukan sekadar kegiatan formal, melainkan proses pembentukan karakter kader yang siap menjawab tantangan zaman.


“LDK adalah titik awal bagaimana kita membentuk pemimpin yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan spiritual. GMKI harus hadir sebagai garam dan terang di tengah masyarakat,” ujarnya.


Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Badan Pengurus Cabang (BPC) GMKI Ambon yang diwakili oleh Ketua Bidang Pengkajian dan Penalaran, sekaligus menandai dimulainya rangkaian LDK GMKI Cabang Ambon Komisariat ISIP Unpatti Tahun 2026.


Senior GMKI Komisariat ISIP Unpatti, Tetty Sigmarlatu, dalam sambutannya menekankan pentingnya konsistensi kader dalam menjaga nilai-nilai gerakan.


“GMKI bukan hanya tempat berproses, tetapi juga tempat membangun integritas. Apa yang dipelajari di LDK harus diterjemahkan dalam kehidupan nyata,” tegasnya.


Sementara Ketua Tim LDK, Imanuella Tahapary, S.I.Kom, menegaskan bahwa LDK tahun ini dirancang untuk melahirkan kader yang kritis dan berpihak.


“Kita sedang menghadapi realitas sosial yang penuh ketimpangan. Karena itu, GMKI tidak boleh melahirkan kader yang hanya pintar secara teoritis, tetapi lumpuh dalam keberpihakan. Kader GMKI harus berani bersikap, kritis terhadap kekuasaan, peka terhadap ketidakadilan, dan hadir sebagai agen perubahan,” ujarnya.


Ia menambahkan bahwa sikap radikal yang dimaksud adalah keberanian menyentuh akar persoalan.


“Radikal berarti berani sampai ke akar masalah. Kalau ada ketidakadilan, kader GMKI harus berdiri di garis depan, bukan di zona nyaman,” tegasnya.


Pada Minggu, 03 Mei 2026 pukul 09.00 WIT, seluruh peserta mengikuti ibadah di Gereja Anugerah Leahari sebagai bagian dari refleksi spiritual kegiatan. Dalam kesempatan tersebut, Ketua Komisariat, Gracelia Ferdinandus, menyampaikan kesan dan pesan serta rasa terima kasih kepada jemaat, pemerintah negeri, dan masyarakat Negeri Leahari.


“Kami mengucapkan terima kasih kepada Ketua Majelis Jemaat, Pemerintah Negeri dan Bapak Piara dan Mama Piara, serta seluruh jemaat yang telah menerima dan menampung kami selama tiga hari. Kami mungkin tidak dapat membalas banyak hal untuk Negeri Leahari, tetapi kami percaya Tuhan Yesus, Sang Kepala Gerakan, akan memberkati kita semua,” ucapnya.


Ketua Majelis Jemaat dan Penjabat Pemerintah Negeri Leahari turut menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut.


“Kami bersyukur karena GMKI memilih Leahari sebagai lokasi kegiatan. Ini menjadi berkat bagi jemaat dan masyarakat. Kami berharap nilai-nilai yang dibangun selama kegiatan ini dapat berdampak luas,” ungkap perwakilan majelis dan pemerintah negeri Leahari. 


Kegiatan LDK secara resmi ditutup pada Minggu, 03 Mei 2026 pukul 17.00 WIT oleh Ketua GMKI Cabang Ambon Masa Bakti 2026–2028, Renno L. Z. Patty.


Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa komisariat merupakan fondasi utama kaderisasi GMKI.


“Komisariat adalah jantung gerakan. Kalau komisariat lemah, maka GMKI hanya akan menjadi organisasi tanpa arah. Saya tumbuh di sini, pernah menjadi Ketua Komisariat, dan saya tahu betul bagaimana proses ini membentuk kita,” ujarnya.


Ia juga menyampaikan kritik terhadap pola kaderisasi yang bersifat seremonial.


“Kita tidak boleh puas dengan seremoni kaderisasi. GMKI harus melahirkan kader yang berani berpikir berbeda, berani mengkritik kebijakan yang tidak berpihak pada rakyat, dan berani mengambil posisi dalam dinamika sosial-politik. Kalau tidak, kita hanya akan menjadi penonton dalam perubahan,” tegasnya.


Renno mengajak seluruh peserta menjadikan LDK sebagai titik awal konsolidasi gerakan.

Semua Peserta adalah yang Terbaik


Pada akhir kegiatan, diumumkan peserta terbaik peringkat 1 hingga 3. Namun demikian, Ketua Tim LDK menegaskan bahwa seluruh peserta adalah kader terbaik.


“Peringkat hanyalah bentuk apresiasi, tetapi bagi kami semua peserta adalah yang terbaik karena telah berproses dengan sungguh-sungguh selama LDK,” ujar Imanuella Tahapary saat diwawancarai usai penutupan.


LDK GMKI Cabang Ambon Komisariat ISIP Unpatti Tahun 2026 tidak hanya menjadi agenda rutin kaderisasi, tetapi juga momentum strategis untuk meneguhkan arah gerakan melahirkan pemimpin muda Kristen yang kritis, transformatif, dan berakar pada nilai kasih.Dari Leahari, semangat itu kembali dinyalakan.


Komentar

  1. Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

Testimonial

Blognya keren !!...

Mila Karmila

Metode SEO yang sangat keren!!!......

Dian Herliwan
Kategori