Unpatti Terus Dorong Siswa Maluku Untuk Maksimalkan SNBP dan SNBT
Ambon, News Medianusantara.com - Wakil Rektor I Bidang Akademik Universitas Pattimura, Prof. Dominggus Malle, bersama Wakil Rektor III, Dr. Nur Aida Kubangun, menyampaikan sejumlah perubahan penting dalam sistem penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2026.
Hal tersebut di sampaikan dalam konferensi pers yang digelar di Kampus Unpatti Ambon, Jumat (20/2/2026) untuk tahun ini terdapat penyesuaian kebijakan seleksi nasional, termasuk penerapan Tes Kompetensi Akademik (TKA) sebagai instrumen validasi nilai rapor pada jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).
TKA Jadi Instrumen Validasi Nilai Raport : Prof. Dominggus Malle menjelaskan bahwa nilai TKA tidak menjadi syarat utama kelulusan, namun berfungsi sebagai validator nilai rapor siswa.
“Nilai rapor tetap menjadi basis utama penilaian SNBP. Namun TKA digunakan untuk memvalidasi konsistensi dan objektivitas nilai akademik siswa,” jelasnya.
Sekolah yang telah mengisi Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) dapat mengusulkan siswanya mengikuti SNBP. Penilaian difokuskan pada prestasi akademik, sementara prestasi non-akademik seperti seni dan olah raga menjadi pertimbangan tambahan sesuai ketentuan.
Peserta Lulus SNBP Wajib Daftar Ulang : Peserta yang dinyatakan lulus SNBP wajib melakukan registrasi ulang. Jika tidak mendaftar ulang, peserta tidak dapat mengikuti seleksi jalur mandiri selama dua tahun ke depan.
“Karena itu siswa harus benar-benar mempertimbangkan pilihannya sebelum menetapkan program studi,” tegasnya.
Jadwal Penting Seleksi 2026 :Beberapa jadwal penting yang disampaikan adalah:
Pengumuman SNBP: 31 Maret 2026 pukul 17.00 WIT; Registrasi ulang SNBP: 1-30 April 2026; Pendaftaran UTBK-SNBT: 5 Maret – 7 April 2026; Pelaksanaan UTBK: 21-30 April 2026 (dua sesi per hari); Pengumuman SNBT: 25 Mei 2026 pukul 17.00 WIT.
Pelaksanaan UTBK Unpatti akan digelar di beberapa lokasi, termasuk Ambon, Maluku Tenggara, Tual, Dobo, Saumlaki, dan Tiakur, untuk Bula masih dalam evaluasi dengan catatan kesiapan jaringan internet menjadi perhatian utama.
Kuota 7.026 Mahasiswa Baru : Tahun 2026, Unpatti mendapat alokasi kuota sebanyak 7.026 mahasiswa baru untuk 82 program studi.
Rinciannya sebagai berikut: Minimal 40% melalui SNBP; 30% melalui SNBT; 30% melalui jalur Mandiri.
Namun, kuota SNBP selama ini belum terpenuhi maksimal karena sebagian siswa berprestasi cenderung memilih perguruan tinggi di luar daerah dengan tingkat persaingan tinggi.
Pihak universitas mengimbau siswa mempertimbangkan program studi yang tersedia di Unpatti agar peluang kelulusan lebih besar.
Jalur Mandiri dan Biaya Pendidikan : Pada jalur Mandiri, mahasiswa wajib membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT) serta Iuran Pengembangan Institusi (IPI). Berbeda dengan jalur SNBP dan SNBT yang membuka peluang lebih besar mendapatkan bantuan KIP Kuliah.
“Karena itu, kami mendorong siswa untuk memaksimalkan peluang di SNBP dan SNBT,” ujar Prof. Dominggus.
Perubahan Kriteria KIP Kuliah : Wakil Rektor III, Dr. Nur Aida Kubangun menambahkan, terdapat penyesuaian kriteria penerima KIP Kuliah berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Jika sebelumnya bantuan diprioritaskan pada desil 1-3 (miskin ekstrim dan miskin), kini diperluas hingga desil 4.
Ia mengingatkan masyarakat agar mengisi data sosial ekonomi secara jujur dan akurat, karena kesalahan pengisian dapat mempengaruhi status kelayakan bantuan.
Mahasiswa juga tidak diperbolehkan menerima bantuan ganda dari sumber dana negara. Jika ditemukan, bantuan dapat dicabut dan wajib dikembalikan.
Beasiswa Lainnya : Selain KIP Kuliah, Unpatti juga membuka akses: Beasiswa Unggulan; Beasiswa Afirmasi Daerah; Beasiswa Afirmasi Kedokteran dari Kementerian Kesehatan (dengan kontrak penempatan di daerah).
Tahun sebelumnya, sebanyak 221 mahasiswa Unpatti tercatat sebagai penerima KIP Kuliah.
Pihak universitas berharap, kepala sekolah dan pemerintah daerah aktif mendorong siswa berprestasi, khususnya dari keluarga kurang mampu, untuk mendaftar dan memanfaatkan peluang beasiswa yang tersedia.
“Kami ingin memastikan anak-anak Maluku mendapat akses pendidikan tinggi seluas-luasnya,” tutup Dr. Nur Aida Kubangun
Indonesia
English
Belum Ada Komentar