Wali Kota Ambon Harap, Pramuka Beradaptasi dengan Era Digital
Ambon, News Medianusantara.com - Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Maluku menggelar sosialisasi pendataan potensi Kartu Tanda Anggota (KTA) Pramuka Nasional sekaligus bimbingan teknis aplikasi Pramuka dari Kwartir Nasional Gerakan Pramuka di Ruang Vlisingen Balai Kota Ambon, Rabu (4/3/2026).
Kegiatan ini diikuti peserta dari kwartir daerah serta kwartir cabang dari 11 kabupaten/kota di Maluku yang mengikuti kegiatan secara daring maupun luring.
Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Pramuka Nasional, Sekretaris Kwarda Pramuka Maluku Saiful Al Maskati, Wali Kota Ambon yang juga Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Pramuka Kota Ambon Bodewin M. Wattimena, sejumlah pimpinan OPD lingkup Pemerintah Kota Ambon, Kepala Dinas Kominfo Kota Ambon, serta Ketua Kwartir Cabang Kota Ambon Angky Papilaya.
Dalam sambutannya, Saiful Al Maskati menyampaikan bahwa sosialisasi dan bimbingan teknis aplikasi Pramuka ini merupakan bentuk adaptasi organisasi terhadap perkembangan teknologi digital saat ini.
Menurutnya, aplikasi Ayo Pramuka memiliki peran strategis bukan sekadar mengikuti tren digitalisasi, tetapi sebagai upaya mempermudah pendataan anggota Pramuka secara lebih akurat dan terintegrasi.
Ia menjelaskan, selama ini proses pengelolaan data anggota dan pengusulan tanda penghargaan Pramuka dilakukan melalui jalur administrasi yang cukup panjang. Namun melalui aplikasi tersebut, proses pengusulan tanda penghargaan sesuai jenjang dapat dilakukan secara lebih cepat dan efisien.
“Ini sudah era digital, Pramuka harus siap menjawab kebutuhan zaman. Pramuka bukan lagi seperti dulu, kita harus berbenah mengikuti tren dan mampu beradaptasi,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena dalam sambutannya mengatakan bahwa sebagai organisasi yang telah lama berdiri dan berkembang, Gerakan Pramuka tetap menghadapi berbagai tantangan dalam pengelolaannya.
Menurutnya, penguatan organisasi secara internal sangat penting agar seluruh potensi dan sumber daya yang dimiliki dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk pengembangan organisasi.
Ia menambahkan bahwa Kartu Tanda Anggota (KTA) Pramuka merupakan bentuk pengakuan organisasi terhadap identitas setiap anggota sekaligus menjadi simbol kehormatan yang mendorong semangat berkarya secara positif.
“Suka atau tidak, kita harus beradaptasi dengan perkembangan dunia digital. Jika ingin tetap eksis dan berkembang, organisasi harus mampu menyesuaikan diri dengan era digitalisasi,” kata Wattimena.
Di akhir sambutannya, Wattimena juga berpesan kepada seluruh anggota Pramuka agar menjaga sikap dan perilaku setelah memiliki KTA Pramuka. Ia menegaskan bahwa anggota Pramuka harus menjauhi berbagai perilaku negatif seperti tawuran, narkoba, balap liar, dan pergaulan bebas yang saat ini menjadi fenomena di berbagai daerah.
Wattimena berharap kegiatan sosialisasi dan bimbingan teknis ini dapat memberikan manfaat bagi penguatan organisasi Pramuka, baik secara internal maupun bagi pembangunan bangsa dan negara
Indonesia
English
Belum Ada Komentar