Artikel Populer

Singerin : Pemprov Maluku Gencarkan Pemerataan Mutu Pendidikan melalui Program Pembelajaran Jarak Jauh

Singerin : Pemprov Maluku Gencarkan Pemerataan Mutu Pendidikan melalui Program Pembelajaran Jarak Jauh

Ambon, News Medianusantara.com,– Pemerintah Provinsi Maluku saat ini tengah melakukan upaya serius untuk memeratakan kualitas pendidikan di wilayahnya. 


Meski saat ini cakupan wilayah yang terlayani, khususnya di kawasan 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal), belum mencapai 75 persen, pemerintah berkomitmen untuk segera menuntaskan hambatan akses tersebut.


Penegasan ini disampaikan, Kepala Dinas Pendidikan  Maluku, Dr. Sarlota Singerin, S.Pd., M.Pd., usai membuka kegiatan Pelatihan Guru Pendidikan Jarak Jauh, di Aula SMA Negeri 1 Ambon, Senin, (29/6/2026).


Singerin menjelaskan,  bahwa penunjukan sekolah di bagian Timur dan Barat Maluku sebagai *pilot project* merupakan langkah strategis yang dilakukan bersama. 


Hal ini dilakukan karena akses digitalisasi di wilayah tersebut dinilai tidak terlalu sulit untuk dijangkau.


"Sebetulnya penunjukan secara bagian timur dan secara bagian barat adalah *pilot project* yang kita upayakan bersama, sebab tidak terlalu sulit jangkauan akses digitalisasinya," katanya. 


Ia menambahkan, sekolah-sekolah tersebut disiapkan sebagai pilot project untuk nantinya mampu menyediakan layanan pendidikan bagi daerah-daerah yang sangat terjangkau.


Pemerintah menyadari bahwa banyak sekolah di Maluku belum terjangkau oleh jaringan internet yang baik. Oleh karena itu, optimisme tetap dijaga sebagai cara pemerintah untuk menggerakkan upaya pemerataan mutu pendidikan di provinsi tersebut. 


"Akan kami sambut dengan memberi perhatian sehingga hal-hal yang mendukung pembelajaran jarak jauh ini akan kami upayakan dari Dinas Pendidikan dan Pemerintah Provinsi Maluku," ujarnya.


Terkait kendala teknis, penggunaan teknologi *Starlink* pun mulai diterapkan. "Starlink ini sudah dijanjikan untuk satu sekolah, satu starlink. Tapi dalam apa namanya menyalurkannya, masih belum semua sekolah terfasilitasi dengan starlink. 


Kami akan follow-up itu supaya minimal tiga daerah untuk titik pembelajaran jarak jauh ini segera diupayakan," jelasnya.


Ketika disinggung mengenai bagaimana agar Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) tidak dianggap sebagai bentuk pendidikan jalan jalan, Singerin menekankan pentingnya pengawasan. 


"Terima kasih, ini saya berterima kasih kepada Kementerian Pendidikan Dasar Menengah, sebab inilah doa kita. Sebab, tidak ada cara lain untuk mengupayakan pendidikan di Maluku dengan tantangan geografis yang begini jauh, selain pendidikan jarak jauh," tegasnya.


Ia pun memastikan bahwa pemerintah akan memberikan perhatian khusus bagi anak-anak di daerah perbatasan agar tidak tertinggal. 


"Pemerintah Provinsi Maluku lewat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan akan memberikan perhatian penuh, sebab itulah doa kita untuk setiap anak-anak di perbatasan, tertinggal, terlupakan, terjauh, terabaikan, itu harus dilayani dengan baik," ungkapnya.


Pihaknya berharap dengan adanya PJJ, anak-anak yang berada jauh di pelosok tetap merasa terkoneksi. 


"Kita berusaha supaya dengan PJJ, anak tidak merasa dia belajar dari pedalaman. Walau dia tinggal jauh di secara bagian timur, serasa dia ada di SMA 1. Itu harapan kita," katanya.


Menanggapi masalah Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB), ia menegaskan bahwa akar masalahnya bukan pada sistem jalur pendaftaran, melainkan pada ketimpangan mutu antar sekolah. "Itulah tadi saya bilang, akar masalahnya bukan pada tempat jalur itu. Akar masalah kita adalah belum merata mutu di semua sekolah sehingga SMA 1, SMA 2, SMA 11,  berdasarkan *image* layanan publik, ini sekolah terbaik," tuturnya.


Ke depan, pemerintah akan melakukan upaya perlahan untuk memperbaiki hal tersebut. "Dan ini akan perlahan-lahan kita upayakan supaya kita urai keberpihakan pada SMA 1, 2, 11, kita bangun misalnya beberapa sekolah perwakilan lagi, SMA 12, SMA 10, SMA 4, supaya konsentrasi uraian anak-anak kita bisa terjadi dengan baik," tambahnya.


Ia mengakui bahwa keinginan orang tua untuk menyekolahkan anak di sekolah favorit adalah hal yang wajar. 


"Saya menyadari bahwa ini tidak salah, keinginan orang tua untuk menyekolahkan anak di sekolah-sekolah yang dalam tanda petik menurut orang tua itu baik adalah hal yang tepat, dan tugas kita adalah segera mengurai itu dengan memberi perhatian minimal sekolah lain menjadi seperti SMA 1," pungkasnya. (MN-02)


Komentar

  1. Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

Testimonial

Blognya keren !!...

Mila Karmila

Metode SEO yang sangat keren!!!......

Dian Herliwan
Kategori