DPRD Maluku Minta PT. Pelindo Tertibkan Truk Kontainer yang Bahayakan Keselamatan Masyarakat
AMBON, News Medianusantara.com - Aktivitas truk pengangkut kontainer di jalan-jalan utama Kota Ambon mendapat sorotan keras dari DPRD Maluku. Anggota DPRD Maluku, Anos Yermias, minta PT Pelabuhan Indonesia (Persero) agar segera menertibkan operasional truk kontainer yang dinilai membahayakan keselamatan masyarakat.
Menurut Yermias, truk tronton yang mengangkut kontainer dari kawasan pelabuhan masih beroperasi pada jam-jam padat aktivitas warga, bahkan setelah pelaksanaan salat tarawih sekitar pukul 21.00 WIT. Kondisi ini dinilai sangat berisiko karena kendaraan berukuran besar tersebut melintas di tengah aktivitas masyarakat.
"Jika memang distribusi kontainer harus tetap berjalan, maka truk tronton sebaiknya dioperasikan pada dini hari. Kalau bisa tronton beroperasi mulai pukul satu dini hari. Selain itu kecepatan kendaraan juga harus dibatasi, sekitar 40 sampai 60 kilometer per jam agar tidak membahayakan pengguna jalan lain,” ujar Anos, Rabu (11/3/2026).
Yermias menilai persoalan ini berakar dari belum optimalnya penataan aktivitas pelabuhan yang menyebabkan penumpukan kontainer. Akibatnya, distribusi kontainer menggunakan truk besar meningkat dan berdampak langsung pada lalu lintas di Kota Ambon.
“Ini harus menjadi perhatian serius Pelindo. Karena pelabuhan yang tidak dibenahi dengan baik menyebabkan penumpukan kontainer, dan dampaknya akhirnya dirasakan oleh masyarakat di kota,” katanya.
Ia juga mengingatkan agar pihak terkait belajar dari peristiwa kecelakaan yang pernah terjadi beberapa tahun lalu di kawasan Halong yang melibatkan kendaraan besar dan menimbulkan korban.
“Jangan sampai kejadian di Halong beberapa tahun lalu terulang kembali. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas,” tegas Yermias.
Karena itu, ia mendesak Pelindo segera melakukan evaluasi dan penataan sistem distribusi kontainer, termasuk pengaturan jam operasional kendaraan berat, agar aktivitas pelabuhan tidak menjadi ancaman bagi keselamatan warga Kota Ambon.
Indonesia
English
Belum Ada Komentar