Artikel Populer

Sinergi Bersama, Kunci Utama Pemkot Ambon Atasi Masalah Penyakit Sosial

Sinergi Bersama, Kunci Utama Pemkot Ambon Atasi Masalah Penyakit Sosial

Ambon, News Medianusantara.com — Penanganan berbagai masalah sosial di tengah masyarakat tidak dapat sepenuhnya dibebankan pada pemerintah daerah. 


Faktor lingkungan, pola perilaku, hingga kepedulian keluarga memegang peranan sangat penting dalam mengawasi serta membenahi persoalan tersebut.


Hal ini ditegaskan oleh Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, saat memberikan keterangan kepada awak media di pelataran Balai Kota Ambon, Senin (21/9/2026). Pernyataan tersebut disampaikan guna merespons dinamika keberadaan warga yang beraktivitas di malam hari tanpa pengawasan serta isu pasar pasung.


Bodewin menjelaskan bahwa keterbatasan personil membuat pemerintah tidak memungkinkan untuk menempatkan petugas pengawas di seluruh sudut kota secara nonstop. 


Oleh karena itu, penyelesaian masalah sosial menuntut kolaborasi aktif dari seluruh elemen mulai dari aparat penegak hukum, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga unit terkecil yaitu keluarga.


“Kita tidak bisa menuntut pemerintah untuk selalu hadir di setiap titik melakukan pengawasan. Hal ini merupakan tanggung jawab kolektif kita bersama,” tegas Bodewin.


Pemkot Ambon sendiri telah menjalankan berbagai langkah nyata, seperti menggelar penertiban rutin bagi kelompok masyarakat tertentu. Mereka yang terjaring mendapatkan pemeriksaan medis, termasuk tes HIV, serta pembinaan dan perawatan sebelum akhirnya diserahkan kembali ke pihak keluarga atau daerah asal.


Meski demikian, tantangan utama kerap muncul pasca pembinaan, di mana sebagian warga kembali ke pola kehidupan lama setelah dipulangkan.

Ia mencontohkan pendekatan pada penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). 


Petugas telah memfasilitasi kebutuhan dasar seperti pembersihan diri, konsumsi, pakaian layak, hingga pengobatan. 


Namun, tanpa perhatian dan pengawasan berkelanjutan dari pihak keluarga, mereka berpotensi kembali turun ke jalan.


“Peran orang tua sangat menentukan. Jika keluarga benar-benar memperhatikan, persoalan ODGJ ini bisa ditekan. Namun akan sulit jika terjadi pembiaran, apalagi kalau dimanfaatkan untuk kepentingan tertentu,” jelasnya.


Menurut Bodewin, penertiban fisik belaka tidak akan menyelesaikan akar masalah. Pemerintah bertugas memberikan pembinaan dan pelayanan dasar, sementara keluarga serta lingkungan sekitar berkewajiban menjaga agar permasalahan serupa tidak terus berulang.


Pemerintah Kota Ambon juga memastikan selalu mengedepankan pendekatan humanis tanpa melibatkan tindakan represif dalam proses penanganan.


“Masalah sosial tidak bisa diselesaikan dengan kekerasan. Pendekatan kita adalah pembinaan. Namun jika setelah dibina mereka kembali lagi, tentu butuh kesadaran bersama untuk membenahinya,” tambah Bodewin.


Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk melihat isu sosial ini sebagai tantangan bersama. Kerjasama yang solid antar pihak diharapkan mampu menghasilkan solusi jangka panjang yang menyentuh akar permasalahan, bukan sekadar penertiban sementara. (MN-02)


Komentar

  1. Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

Testimonial

Blognya keren !!...

Mila Karmila

Metode SEO yang sangat keren!!!......

Dian Herliwan
Kategori